Mengusahakan Cinta

  1. Hari kasih sayang atau valentine yang jatuh pada 14 Februari, selalu menjadi ajang pembuktian cinta bagi pasangan-pasangan yang sedang kasmaran. Cinta merupakan hak bagi setiap manusia, baik mencintai dan dicintai. Cinta diartikan sebagai kasih sayang antara dua manusia, yang seringkali berakhir dengan pernikahan. Namun dalam kenyataannya perjalanan cinta tidaklah semulus kisah-kisah dongeng. Banyak permasalahan dalam cinta baik terkait status social, penampilan, ekonomi, perspektif dan masih banyak lagi. Lalu bagaimana dengan cinta sesama jenis? Atau pembuktian cinta dengan keperawanan? Di Indonesia, cinta sesama jenis dianggap sebagai hal yang tabu dan belum bisa diterima, begitu pula dengan keperawanan yang menjadi aspek tolak ukur kesucian seorang wanita.

 

Saya pernah menggarap sebuah film dokumenter pada Oktober 2008, yang bertemakan cinta. Ide pokok dari film ini tentang kesehatan reproduksi, dan otonomi tubuh perempuan. Film berjudul ‘Mengusahakan Cinta’, berdurasi 27 menit, di produksi di Hong Kong dan Malang (Jawa Timur ). Bercerita tentang Ruwati dan Riantini yang memilih menjadi buruh migran di Hong Kong karena pendapatan yang lebih memadai daripada di Indonesia. Selain itu, di Hong Kong mereka juga mendapatkan kebebasan dalam otonomi terhadap tubuh. Rianti yang seorang lesbian, takut membawa hubungan cintanya saat ia kembali ke Indonesia. Adapun Ru, kerap gamang karena keperawanannya dipertanyakan oleh calon suami yang menunggunya.

 

Indonesia telah mengirim lebih dari 400 ratus pekerja migran setiap tahun ke sejumlah negara Asia Pasifik dan juga Timur Tengah. Dibandingkan dengan pekerja migran laki-laki, jumlah pekerja migran perempuan secara total lebih dari 72%. Dilihat dari jumlah pertukaran tahun 2003-2008, TKI telah memberikan kontribusi sebesar Rp 167 miliar untuk Indonesia. Dengan demikian, kita bisa melihat betapa sejahteranya buruh migran perempuan di Hong Kong dengan segala fasilitas dan gadget terbarunya. Ibu Tang May Ha, warga negara Hong Kong, menurutnya pekerja migran perempuan Indonesia dalam kehidupan merek memiliki peran penting, bahkan bagi perekonomian Hong Kong.

Ruwati dan Riantini adalah dua pekerja migran yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong. Dari luar, kami melihat mereka sebagai wanita berprestasi. Namun mereka menghadapi dilema dalam kehidupan cinta mereka. Dalam Upaya Cinta, Ruwati akan pulang untuk menikah, tetapi baru tahu dia memiliki tumor serviks. Perawatan tersebut membutuhkan pemeriksaan dalam yang dapat merusak keperawanannya. Ryantini adalah seorang janda cerai yang jatuh cinta dengan sesama pekerja migran di Hong Kong.

Ruwati yang memiliki tumor serviks, memeriksakan kesehatannya secara rutin ke rumah sakit di Hong Kong, ditemani oleh atasannya. Sementara itu, Pak yanto, suaminya yang akan berada di Indonesia, mengaku tidak percaya pada Ruwati yang kehilangan keperawanannya. Hal ini sangat bertolak belakang dengan kepercayaan Ruwati kepada Yanto, sebagai seorang istri dan calon ibu, yang tidak pernah mengeluhkan status duda Yanto, yang sebelumnya sudah pernah menikah.

Di sisi lain, Ryantini, sebagai buruh migran lesbian, mengaku pernikahannya dijodohkan oleh orang tuanya. Dia juga menjelaskan bahwa dia berkeinginan untuk menikahi pacarnya sekarang. Ryantini sering menghabiskan waktu bersama pacar wanitanya di karaoke dan nongkrong di area lesbian yang cukup terkenal di Hong Kong, yaitu Toko Abadi, di mana kami bisa bertemu dengan pemilik yang telah mengatur pernikahan untuk 28 pasangan lesbian.

Sebagai seorang muslim, Ruwati dan Ryantini memang merayakan Idul Fitri. Momen ini digunakan untuk berbagi pengampunan. Ruwati dengan Pak Yanto dengan konflik mereka jauh berbeda dengan Ryantini dengan hubungannya yang terjalin baik dengan pacarnya. Akhirnya Ruwati memutuskan untuk pulang. Kemudian, Pak Yanto datang bersama putranya untuk menjemput Ruwati di bandara Juanda, Surabaya. Ruwati dan Pak Yanto menikmati pemandangan malam di Taman Kota Malang, berusaha melewati semua konflik yang pernah ada.

Sebagai penutup film, Ryantini sedang duduk mesra di sebelah pacarnya di kereta. Bahkan, kemesraan ini hanya bertahan di Hong Kong karena ketika mereka kembali ke Indonesia, semua harus berakhir karena keduanya memutuskan untuk mengabdikan hidup mereka untuk orang tua mereka yang jelas-jelas menolak lesbian. Ryantini harus kalah dengan aturan di negaranya yang menganggap lesbian sebagai hal yang tabu. Sementara itu, Ruwati dan Pak Yanto mengunjungi rumah sakit untuk mendapatkan penjelasan tentang operasi Ruwati di Hong Kong yang menyebabkan Ruwati kehilangan keperawanannya. Yanto masih mempertanyakan apakah Ruwati bisa memberinya anak nanti.

‘Mengusahakan Cinta’ adalah film dokumenter pertama dalam seri dokumenter At Stake, yang secara resmi dipilih untuk Festival Film Internasional Berlin di bagian Panorama pada tahun 2009. Ini adalah film dokumenter Indonesia pertama yang pernah dipilih di Berlinale. Itu juga diputar di Festival Film Internasional Jakarta, Festival Film Internasional Hong Kong, dan Festival Film Freedom di Malaysia. At Stake juga merupakan film pembuka selama Freedom Film Fest 2009 di Kuala Lumpur, Malaysia.

 

Silahkan menonton https://www.youtube.com/watch?v=BVBlDhah1lQ

Leave A Comment