Harum Kematian.

Raga yang gagah itu mulai terlihat lemah.

Tubuh yang tadinya terlihat tegap, kini terbungkus lemas.

Perut yang tadinya membuncit, kini terlihat jauh lebih rata.

Tulang rusuk yang tadinya terbungkus daging dan kulit, kini terlihat jauh lebih menonjol.

Dirinya yang dahulu berlarian kemanapun, kini terbaring lemah.

Napas yang menggebu itu kini perlahan hilang.

Sampai tiba saatnya bunga mulai terhias diruangan ini.

Wanginya pun sangat semerbak, memiliki ciri khas yang tak pernah hilang.

Ini wangi kematian.

Keranda itu dihias dengan kain hijauu serta tak lupa bunga yang mengelilinginya.

Kumandang adzan terdengar.

Sebagai tanda terakhir beliau mendengar lantunan indah panggilan-Mu.

Isak air mata semakin menjadi.

Tidak hanya dari sanak saudara, dari mereka yang mengenal beliau pun turut ikut meneteskan air mata.

Lantunan do’a selalu menyertai di setiap langkah menuju tempat terakhir nya.

Tanah yang sudah dikeruk itu siap untuk ditempati.

Tuhhaaannn…

Kau memang Maha Penguasa atas segalanya.

Kau rela ambil beliau yang aku sayangi.

Dengan sangat teganya kau menarik seluruh roh yang ada di dirinya.

Dan hanya menyisakan sanak-saudara yang menangis meraung disini.

Ku mohon Tuhan, berikan tempat terbaik untuknya.

Jaga dia selalu disana Tuhan.

Ku mohon.

 

-Ambar, BBBF

 

 

Leave A Comment