Pengalaman Produksi Film My Sunshine

Pengalaman produksi film My Sunshine dimulai saat aku melakukan researc lapangan di Probolinggo, Jawa Timur. Pertama kali nya aku pergi ke kota orang sendiri dan tidak mengenal siapapun. Kondisi cuaca musim hujan membuat suasana semakin syahdu dan sedih hehehe. Tapi ini pengalaman super sekali, dimana belajar bagaimana bisa menjalin komunikasi yang baik dengan orang yang baru dikenal.

Setelah proses research selesai, tiba saatnya mulai merangkai cerita dengan tiga cerita. Cerita tersebut terus mengalami perbaikan, sampai pada akhirnya kami hanya memproduksi satu cerita setelah MOU projek ini diterima. Satu cerita tersebut terus dikembangkan dan disempurnakan bersama Mba Annisa dan Mba  Ani Ema. Selain menulis naskah, aku dan Mba ani Ema terus berkomunikasi untuk mencari crew, tallent, dan lokasi shooting. Shooting akhirnya kami laksanakan pada akhir bulan Februari di Yogyakarta, tepatnya di Bantul rumah orang tua Mba Ani Ema dengan crew dari jakarta dan temen-teman di Jogja. Begitu crew lengkap, kami segera melengkapi tallent.

Menjelang produksi kami melakukan meeting dengan crew untuk memastikan kelengkapan-kelengkapan shooting. Sedihnya, ada salah satu crew yang mulai menampakkan ketidak solid annya. Menuju hari H produksi pun kami masih mencari tallent yang belum lengkap. Mengingat budget yang pas-pasan, beberapa dari kami akhirnya menjadi pemain dalam film tersebut termasuk aku hehehee… saat produksi aku bertugas sebagai asisten sutradara. Pertama kalinya aku menyusun jadwal. Itu pengalaman berharga banget buat aku. Sebegitu rumitnya mengatur jadwal dengan banyak scene dengan waktu yang singkat disertai musim penghujan… duuuh Ya Allah. Dan bener bangettt, aku harus sigap mengotak-atik jadwal kapanpun sesuai dengan kondisi yang ada (melihat cuaca dan beberapa kendala teknis, juga beberapa crew yang kurang on time). Harus banget sering ngelus dada dan berbesar hati karena line produser kami suka menghilang hehehe… jadi harus siap menggantikan perannya dan mengatur segala keperluan crew dan tallent tentunya. Berasa shooting kayak ngadain acara dimana Mba Ani Ema sebagai ketua panitia dan aku wakilnya. Beneran kerasa capek banget dan harus berusaha legowo dan memastikan kondisi mood tallent dan crew baik agar shooting juga berjalan dengan baik.

Tapiii dibalik pusing, lelah, dan perasaan campur aduk itu semuanya teralihkan dengan suasana shooting yang keluarga banget. Aku dan mayoritas crew tinggal barengan selama produksi berlangsung. Shooting kali ini melibatkan banyak banget orang, termasuk keluarga Mba Ani Ema. Disela-sela shooting, kami berbincang dan bercanda dengan crew dan tallent. Ada momen nyanyi-nyanyi juga, mainin ukulele, ngobrol-ngobrol, curhat, saling ngerjain dan bikin cerita-cerita fiktif wkwkwkkk…. Duuuhh seru banget pokoknya dan bikin ngangeniiiin. Mau banget kalo ada kesempatan bisa shooting dengan suasana kekeluargaan seperti itu hehehee…. Miss miss…

 

[email protected]

 

 

Leave A Comment