Desakan pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) semakin intensif dilakukan oleh masyarakat sipil. Semakin hari, jumlah Pekerja Rumah Tangga (PRT) terus bertambah dan mayoritasnya adalah perempuan. Namun hingga kini, mereka belum mendapatkan pengakuan baik sebagai pekerja sehingga tidak dapat menikmati hak-hak dan memperoleh pelindungan. Sedangkan kondisi faktual selama ini menunjukkan bahwa PRT baik yang terdapat di dalam negeri maupun yang berstatus sebagai pekerja migran mereka dalam situasi rentan mengalami kekerasan, pelecehan, penganiayaan, bahkan perbudakan serta pelanggaran hak asasi dan pelanggaran hak perlindungan sebagai pekerja.
Terhitung sejak Desember 2022, para PRT mulai rutin melakukan aksi setiap hari Rabu yang biasa dikenal dengan Aksi Rabuan PRT di depan kantor DPR RI. Mereka sengaja melakukan aksi tersebut di depan kantor DPR RI untuk mendesak DPR khususnya ketua DPR RI, Puan Maharani untuk memenuhi janjinya. Kini berbagai aksi desakan tersebut dilakukan setiap hari secara bergantian. Mulai dari aksi membawa berbagai tulisan dan gambar Puan Maharani, aksi simbolisasi menggunakan alat kerja PRT seperti kain serbet, sapu, toilet, hingga aksi mogok makan. Semua dokumentasi aksi tersebut dirangkai menjadi film berjudul Mengejar Mbak Puan yang telah rilis di depan kantor DPR RI pada 12 Oktober 2023 lalu.
Secara garis besar, film berjudul Mengejar Mbak Puan ini bercerita tentang perjuangan para PRT menagih janji agar RUU PPRT segera disahkan, mengejar Mbak Puan Maharani selaku ketua DPR RI untuk segera mengetuk palunya. Mbak Lita Anggraini selaku tokoh JALA PRT yang akan mengantarkan cerita pada film dokumenter ini, mengantarkan kita melihat perjuangan para perempuan selama 19 tahun ini. Melalui film ini kita akan menyaksikan pergulatan hidup para PRT dalam memperjuangkan nasib mereka dari diskriminasi dan kekerasan yang mereka alami setiap hari, serta perjuangan mereka agar RUU PPRT disahkan menjadi UU. Kepedihan, keputusasaan, hilang harapan, jug kegigihan para PRT terekam dengan jelas dalam film ini.
Sebagai upaya mengemas dokumentasi sejarah perjuangan para perempuan ini, sang sutradara mengumpulkan berbagai dokumentasi dari para perempuan PRT khususnya dari komunitas JALA PRT dan berbagai aksi yang berhasil terekam oleh tim pembuat film. Semua dokumentasi tersebut kemudian disusun dengan sedemikian rupa agar sejarah perjuangan para perempuan tidak hilang begitu saja, tidak hilang dilekang oleh waktu. Puncak dari aksi ini adalah saat usaha mereka mengejar Mbak Puan membuahkan hasil berupa pertemuan mereka dengan Mbak Puan yang menjadi momentum terbaik untuk menagih janjinya membahas RUU PRT dalam rapat paripurna.
Setelah launching pertama pada 12 Oktober 2023, film Mengejar Mbak Puan juga ditayangkan di 10 kota di Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk mengetuk hati Puan Maharani agar segera mengesahkan RUU PPRT. Selain itu, film ini juga diputar di beberapa kelas diskusi dan kampus. Momentum pengesahan RUU PPRT ini akan menjadi momen terbaik, ketika ketua DPR dijabat oleh seorang perempuan berperan melindungi hak-hak para pekerja perempuan.
IF