Pengalaman Produksi Film Langkah Rubah di Selatan

Produksi film Langkah Rubah di Selatan ini aku jalani berbarengan saat aku sedang menjalani kuliah profesi di ruangobrol.id Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Informasi adanya pitching film yang diadakan oleh Eagle Institute aku dapat dari Mba Ani Ema, mentor film terbaikku. Pertengahan bulan Juli Mba Ani Ema mengajakku untuk memulai researchdan menyusun ide film dokumenter  untuk mengikuti kompetisi Film Dokumenter Bidikmisi Awards 2019 yang diselenggarakan oleh Eagle Institute Indonesia, Kemenristek Dikti dan Metro TV.

Proses pertama kami melakukan pemilihan subjek film. Dari beberapa list subjek, akhirnya kami memutuskan untuk memilih Ronie. Ada cerita lucu saat pertama kali mencari informasi terkait Ronie. Mba Ani Ema yang awalnya mencari-cari informasi tentang Ronie melalui internet dan sosial media kemudian menghubungiku dan bertanya apakah aku mengenalnya. Tak lama kemudian aku menghubungi Ronie dan meminta waktunya untuk telepon. Setelah sempat telepon dan mengajukan beberapa pertanyaan, barulah sadar ternyata Ronie yang dimaksud adalah Ronie Udara jurusan Etnomusikologi. Akhirnya kami mencari informasi baru terkait Ronie Udara.

Singkat cerita kedekatan kami dengan Ronie Udara dan Tim Rubah di Selatan terjalin dengan akrab setelah pertemuan pertama kami di Djoragan Susu, Yogyakarta. Sebelumnya kami telah melakukan komunikasi melalui chat whatsapp dan telepon, dan sempat di awal komunikasi mengalami kendala karena slow respon. Namun seiring berjalannya waktu dan komunikasi yang semakin intens membuat kedekatan kami mulai terbangun. Shooting film ini berlokasi di Yogyakarta dan Solo, sesuai dengan lokasi konser dan tempat tinggal Ronie Udara dan tim Rubah di Selatan.

Selama proses shooting kami harus terus menjaga kesehatan, mengingat kami melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta dan Solo. Selain itu kami juga mengikuti jadwal kegiatan Ronie Udara dan tim. Aku dan Mba Ani Ema saling berusaha menjaga kestabilan mood crew dan subjek. Itu point terpenting saat proses produksi film dokumenter menurutku. Selamat proses produksi film ini banyak sekali ilmu yang aku dapat dari Mba Ani Ema, Mas Bonco, dan tentunya dari subjek film ini. Tentunya point penting dimana harus selalu siap atas kemungkinan-kemungkinan diluar prediksi yang terjadi di lapangan, bagaimana bisa menyesuaikan semua jadwal agar tidak ada yang terlewatkan dan tetap nyaman. Bahkan bagaimana bisa sabar dan mengambil peran atau mencari solusi ketika ada crew yang kurang bisa diajak berkomunikasi dengan baik.

Masalah yang bikin kurang sedikit gereget juga dirasakan saat paska produksi dimana editor tidak bisa memenuhi deadline dengan baik. Solusi yang diambil Mba Ani adalah mengambil alih peran tersebut. Ketika sudah menjalani beberapa kali pengumpulan rugh cut kami menerima beberapa masukan dan ada kata-kata yang membuat kami merasa “deg” dan mulai putar cerita dan memeriksa stok shot. Melihat beberapa koreksi dari juri untuk seluruh tim, ciut sekali keyakinan kami untuk menjadi juara. Namun terlepas dari itu, bisa menyelesaikan, menyuguhkan, dan premiere sudah menjadi suatu kepuasan tersendiri.

Tiba di penghujung kompetisi yaitu malam penganugerahan, dimana semua film di tayangkan dan ditonton oleh para tamu undangan. Perasaan bahagia dan haru sangat terasa selama acara berlangsung, ketika film-film diputar dan ditonton oleh para tamu undangan. Tak banyak berharap menjadi juara, dan santai menyimak pengumuman juara. Ketika nama Rubah di Selatan disebut, masih tidak menyadari. Beberapa saat setelah itu barulah sadar, kami mendapat juara 3 dan alhamdulillah bahagia sekali.

Point pelajaran yang sangat berharga dalam proses produksi film ini adalah bagaimana kita belajar berkomunikasi, menjalin kedekatan, menciptakan kenyamanan, dan memahami dengan baik karakter subjek dan crew produksi. Nah keseruan dari produksi ini adalah bonus nonton konser dan hidup dengan nuansa bermusik selama proses produksi bahkan setelah semua rangkaian produksi selesai. Bagaimana aku bisa terbius menikmati musik, yang awalnya aku bukan orang yang suka mendengarkan musik. Selain itu juga kedekatan kami dengan subjek film membuat kami mendapat beberapa cerita tentang kisah cinta mereka, rutinitas lain diluar Rubah di Selatan, dan yang jelas jalan-jalan ke Yogyakarta dan Solo hehehe.

 

[email protected]

Leave A Comment