DASAR PENULISAN NASKAH : KARAKTER PART 1

Karakter merupakan penggerak cerita dalam film. Kita mengenal ada dua jenis tokoh dalam film, tokoh utama dan penjahatnya. Menciptakan karakter membutuhkan lebih dari sekadar nama dan siapa yang kira-kira akan memerankannya. Sebelum menulis scenario secara utuh, biasanya penulis melakukan profiling karakter. Dalam membangun profil karakter penulis harus; 1. Konsisten, bisa memprediksi reaksi dan menempatkan cerita terkendali sehingga mencegah alur yang mengembara, dan detail yang tidak konsisten; 2) Kompleksitas, yang memungkinkan penulis memberikan motivasi yang bermakna, menghindari stereotip, dan membuat pertanyaan audiens; 3) Individualitas, yang memungkinkan penulis menunjukkan keunikan karakteristik yang relevan dengan cerita ini, seperti kebiasaan; 4) Sesuatu yang dilebih-lebihkan tapi tetap kredibel, menarik, kuat, dan membangkitkan perhatian penonton.

Sally J. Walker membagi proses pembuatan profil menjadi tiga bagian, yaitu Sejarah pribadi, Profil psikologis, dan Peran dalam konflik cerita. Elizabeth Lutters membagi profil karakter menjadi tiga bagian yang dikenal sebagai 3D karakter, yaitu fisik, psikologis dan sosial. Kedua metode tersebut secara esensial memiliki kesamaan. Dimana menentukan seperti apa gambaran karakter yang akan kita tampilkan secara fisik, tentu kita juga akan membangun sejarah dari si karakater (latar belakang). Setelah itu kita akan memberikan sifat, dan sikap yang khas pada karakter, yang biasa kita sebut psikologis. Kemudian setelah itu kita membangun bagaimana karakter tersebut dalam kehidupannya sehari-hari (aspek sosial), yang nantinya akan mempengaruhi perannya dalam cerita.

Pembuatan profil karakter berfokus pada setiap karakter dengan pemahaman tentang Apa Tujuan Karakter, Bagaimana Penempatan Karakter, dan Kepentingan Persona tersebut bagi plot. Selain itu penulis juga membagun Oposisi apa yang akan menggagalkan pencapaian tujuan karakter. Terkadang kita juga menyaksikan perubahan dari karakter baik dari sikap dan tujuannya, hal tersebut disebut character arc. Namun dalam proses ini penulis perlu memperhatikan Profil Psikologis karakter untuk mencegah kesalahan, seperti kata pepatah: “Orang tidak berubah dalam semalam.” Contohnya, dalam film Maleficent kita mengenal sosok Maleficent sebagai penyihir jahat dalam cerita Putri Tidur, namun dalam film Maleficent kita bisa melihat character arc dari si tokoh Maleficent, yang awalnya penyihir baik hati yang sedang jatuh cinta, berubah menjadi penyihir jahat. Character arc tidak melulu digunakan dalam setiap film, adapula film yang tetap mempertahankan karakternya sampai akhir.

Dalam film tokoh utama biasa dikenal dengan sebutan protagonis, sedangkan tokoh oposisi dikenal sebagai antagonis. Selain kedua tokoh tersebut ada beberapa tokoh pendukung, seperti sidekick, foil, tritagonis, hewan, anak dll. Pembahasan tentang jenis-jenis karakter akan kita bahas pada artikel selanjutnya.

 

Walker, J. Sally. 2012. Screenwriting Secrets in Genre Film. The Fiction Works

Leave A Comment